Seharusnya saya punya cita-cita.
Ask me anything
Ask me anything
“ Bedanya, untuk mereka, menjadi dokter itu mimpi, sedangkan buat gue, semua cita-cita itu rencana. Ketika seseorang dari daerah pelosok Papua ingin menjadi dokter, ada begitu banyak halangan yang muncul. Membayangkan si anak ini meneruskan sekolah sampai SMA lalu lulus seleksi kedokteran UI adalah kisah 1 banding 1000. Karena segala kemustahilan inilah maka keinginan menjadi dokter itu tepat disebut mimpi.
Tapi adalah wajar bagi seorang anak lulusan sekolah terbaik di Indonesia untuk masuk fakultas kedokteran dan jadi spesialis. Segala tahap-tahap pendidikan telah dipersiapkan ke arah sana. Semuanya dalam batas jangkauan tangan manusia. Uang, fasilitas, kemampuan memang ada. Makanya cita-cita ini lebih mirip rencana daripada mimpi. Jadi…gue tidak bisa meraih mimpi karena gue memang tidak pernah mimpi! (HMMMMMMM……….hmm….errr…..hmmmmm….uh, sigh…errr….emm.) ”
Margareta Astaman dalam Have a Sip of Margarita (via kuntawiaji)